Rabu, 02 Desember 2015

Kearifan Lokal

 1.) Budaya
Jentreng atau Tarawangsa
Seni Jentreng berasal dari Ranca Kalong - Sumedang. Sejak dulu masyarakat Sunda terkenal dengan budaya ngahuma atau berladang. Karena itu kesenian yang tumbuh di masyarakat Sunda selalu terkait dengan mitos Dewi Sri. Begitu pula dengan kesenian Jentreng atau lebih terkenal dengan sebutan Tarawangsa.
Masyarakat Sumedang menempatkan Seni Jentreng sebagai media pokok dalam penyelenggaraan upacara Nyalin atau panen padi. Seni Jentreng adalah upacara ritual yang berhubungan dengan magis religius untuk menghormati Dewi Sri. Masyarakat Rancakalong menyebutnya dengan nama Kersa Nyai dengan tujuan supaya Kersa Nyai tetap tinggal dan betah.
 Ladang view Sumedang | seni jentreng
Tarawangsa adalah instrumen gesek yang bentuknya mirip rebab. Resinatornya terbuat dari kayu berleher panjang dan bersenar 2 utas. Acara tersebut diisi dengan tari-tarian yang diiringi dengan petikan alat musik Tarawangsa dan Kecapi.
Tarawangsa merupakan kesenian tradisi upacara adat yang biasa dilakukan untuk peringatan muludan (maulid Nabi), ngabubuy pare (panen padi) sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan atas panen padi yang melimpah, mubur Syuro maupun syukuran-syukuran yang lainnya. Jentreng adalah perpaduan antara tujuh buah kecapi dan dua buah rebab yang dimainkan secara bersamaan.

Sumber :  http://www.ladangview.com/seni-budaya-sumedang.html

2.) Makanan
Tahu Sumedang
 
Tahu sumedang pertama kali di ciptakan oleh warga keturunan cina, tahu sumedang ini memiliki tekstur berbeda dengan tahu biasanya, tahu sumedang ini apa bila di gigit terasa renya bagian tekstur luarnya, namun apa bila tahu suda mendingin lain lagi, pembuatan tahu sumedang ini tak jauh berbeda dengan pembuatan tahu umumnya. bedanya pada tahap akhir tahu di goreng dahulu. senhingga rasa tahu jadi renyah.
Sumber:http://makananindonesia-top.blogspot.co.id/2014/01/makanan-khas-sumedang-yang-terkenal.html

3.) Ciri Khas
Perkembangan Kabupaten Sumedang masih didominasi oleh pertanian, khususnya tanaman pangan padi. Daerah penghasil utama padi terkonsentrasi di Kecamatan Darmaraja, Wado, Ujungjaya, Conggeang, dan tanaman Buahdua. Diluar padi, produk unggulan lainnya adalah jagung, pisang, kacang gondolo, kencur, dan jeruk.

Kabupaten ini juga memiliki hasil pertanian khas lokal yaitu ubi cilembu. Ubi ini cukup terkenal bagi mereka yang kerap melakukan perjalanan ke berbagai tempat wisata baik di sepanjang jalan ciawi menuju sukabumi, ciawi memnuju puncak, atau berbagai jalan menuju lokasi wisata di sekitar bandung. Ubi ini hanya cocok tumbuh di tanah Kecamatan Tanjung sari. Selain ubi, daerah Sumedang Selatan juga menghasilkan jeruk Cikoneng, sawo semir, salak bongkok, dan pisang. Terakhir, kondisi tanahnya yang berbukit-bukit bisa dimanfaatkan menjadi lahan tanaman obat-obatan sekaligus wisata kesehatan.
Sumber : http://info-sumedang.blogspot.co.id/2010/06/profil-kabupaten-sumedang.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar